Pertolongan Pertama Reaksi Alergi Berat

Reaksi alergi adalah cara tubuh untuk bereaksi terhadap zat asing yang masuk kedalam tubuh. Hal ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari zat asing yang dapat membuat tubuh sakit seperti, virus, bakteri atau toksin. Namun beberapa orang juga bereaksi berlebihan (hipersensitif) pada zat asing (alergen) tertentu seperti bulu binatang, debu, makanan dan lainnya.

Reaksi alergi biasanya bersifat ringan, hanya menimbulkan merah dan gatal pada kulit, bersin dan mata berair. Pada kondisi ini penderita tidak membutuhkan pertolongan medis. Cukup menghindari sumber alergen. Jika diperlukan, gejala dapat dikurangi dengan obat anti histamin dan dekongestan.

Reaksi alergi juga dapat bersifat berat bahkan dapat mengancam jiwa. Kondisi ini disebut anafilaksis (anaphylaxis). Hal ini biasanya berhubungan dengan alergi makanan (kacang, telur, makanan laut), gigitan atau sengatan serangga (lebah,kalajengking), Sengatan hewan laut (ubur-ubur, stone fish,stingray), dan alergi terhadap obat tertentu.


Bagaimana mengenali reaksi alergi berat (anafilaksis) ?

Kondisi anafilaksis dapat memburuk  dengan cepat dan mengancam jiwa. Perhatikan apakah muncul beberapa tanda gejala dibawah ini.

  • Wajah yang memerah dan bengkak terutama disekitar mulut dan mata
  • Kesulitan bernapas, kadang timbul bunyi seperti asma .
  • Karena jalan napas menyempit dan berlendir
  • Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan dan nyeri menelan
  • Nyeri kepala, cemas
  • Nyeri perut, mual, muntah (pada reaksi akibat makanan)
  • Muncul tanda syok (syok anafilaksis) seperti nadi cepat namun lemah, napas cepat dan dangkal, kulit dingin lembab
  • Kondisi dapat dengan cepat memburuk menjadi penurunan kesadaran hingga henti napas

reaksi-alergi


Apa yang harus dilakukan ?

1.  Segera membawa ke rumah sakit menjadi prioritas utama

2.  Tanyakan apakah penderita memiliki obat. Jika ada, ambilkan dan berikan kepada penderita. Beberapa orang yang memiliki kondisi alergi dengan kecenderungan menjadi anafilaksis kadang membawa epinephrine auto-injector dan terlatih menggunakannya.

3.  Bantu penderita pada posisi nyaman. biasanya posisi duduk bersandar atau bahkan condong ke depan agar bernapas lebih mudah.

4.  Selimuti jika terlihat kedinginan

5.  Jika tidak sadar posisikan miring (posisi pemulihan) untuk mempertahankan jalan napas

6.  Perhatikan selalu pernapasannya, jika berhenti segera lakukan CPR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s