Pertolongan Pertama Kejang

Kejang disebabkan oleh aktifitas elektrik yang tidak normal di otak, menyebabkan otot-otot di tubuh kontraksi tidak terkontrol. Biasanya penderita tidak sadar saat kejang. Kondisi medis epilepsi sering menjadi penyebab kejang. Namun Kejang dapat juga timbul karena hal lain seperti cidera kepala, keracunan , kondisi akibat panas dan kondisi hipoglikemia pada penderita diabetes.


Bagaimana mengenali kejang ?

Penderita yang kejang dapat terlihat beberapa gejala antara lain :

  • Kehilangan respon mendadak
  • Tubuh kaku kemudian diikuti dengan kejang, gerakan tubuh tidak terkontrol
  • Kehilangan kontrol terhadap kandung kemih (kadang mengompol)
  • Dapat keluar liur dari mulutnya, dapat pula berbentuk buih
  • Saat kejang penderita tidak bernapas sehingga jika terlalu lama kejang, kulit dan bibir bisa membiru
  • Setelah kejang penderita sering bingung, kelelahan dan dapat pula tertidur

Namun kejang tidak selalu terlihat seperti itu. Kadang kejang hanya berupa diam sesaat, tidak merespon, terdapat gerakan berulang di daerah wajah seperti bola mata yang bergerak-gerak cepat, kelopak mata yang berkedip-kedip atau sudut bibir yang bergerak-gerak.


Apa yang harus dilakukan ?

Saat Kejang

1.  Lindungi penderita dengan menjauhkan  benda-benda di sekitar yang dapat melukainya. termasuk kacamata yang sedang digunakan.

2.  Letakkan sesuatu yang lunak seperti jaket dibawah kepala penderita

3.  Jangan berusaha menghentikan kejang atau memindahkan penderita

4.  Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut penderita saat kejang karena dapat menyebabkan cidera pada area rongga mulut.

5.  Catat waktu dan lamanya kejang

Setelah kejang 

1.  Periksa bernapas atau tidak

2.  Jika penderita bernapas namun tidak sadar, posisikan miring (posisi pemulihan) untuk mempertahankan jalan napas tetap terbuka.

3.  Tunggu sampai penderita sadar penuh

Bawa penderita ke rumah sakit bila :

  • Penderita belum pernah kejang sebelumnya
  • Kejang lebih dari 5 menit
  • Muncul kejang kedua beberapa saat setelah kejang pertama berhenti
  • Penderita tidak respon lebih dari 10 menit setelah kejang berhenti
  • Jika terdapat kecurigaan kondisi kedaruratan medis yang lain yang menyertai kejang misalnya diabetes, stroke dan lainnya

image : indiatimes
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s