Cardiopulmonary Resuscitation (CPR)

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau biasa dikenal juga dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah tindakan pertolongan untuk mempertahankan suplai darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.

Normalnya, secara otomatis paru-paru selalu bernapas untuk memasukan oksigen kedalam tubuh. Begitu pula Jantung yang selalu berdenyut untuk memompa darah yang mengandung oksigen tadi ke seluruh tubuh. Selama oksigen dapat masuk kedalam tubuh dan sirkulasi darah tetap berjalan, maka orang tersebut hidup.

Pada kondisi tertentu paru-paru dan jantung berhenti bekerja. Nah CPR berfungsi untuk menggantikan fungsi otomatis jantung untuk berdenyut dan fungsi otomatis paru-paru untuk bernapas.


Tindakan CPR terdiri dari dua ketrampilan utama yaitu kompresi dada dan bantuan napas.

1.  Kompresi dada

Dengan mengkompresi dada secara teratur dan berulang, maka jantung akan tertekan sehingga membentuk gerakan memompa. Selama kita melakukan kompresi dada berulang, maka sirkulasi darah tetap berjalan. Fungsi kompresi dada adalah untuk menggantikan fungsi otomatis jantung untuk memompa darah. Lakukan 30 kompresi untuk tiap siklusnya.

Kompresi dada dikatakan efektif bila :

  • Frekuensi 100 – 120 kali/menit
  • Kedalaman minimal 5 cm dan usahakan tidak lebih dari 6 cm
  • Dada kembali ke posisi awal setelah setiap kompresi dada
  • Gerakan mengayun, bukan menghentak
  • Minimal interupsi, jika harus menginterupsi kompresi dada tidak boleh lebih dari 10 detik. termasuk untuk memberi bantuan napas

2.  Bantuan pernapasan

Dilakukan setelah 30 kali kompresi dada. Dengan cara menghembuskan udara kedalam paru melalui mulut atau hidung pasien. Baik secara langsung mulut ke mulut, menggunakan face barrier atau cpr mask. Fungsi dari bantuan napas adalah menggantukan fungsi otomatis paru untuk memasukkan oksigen. Lakukan 2 kali bantuan napas tiap siklusnya.

Ingat.. Sebelum melakukan hembusan, buka terlebih dahulu jalan pernapasan pasien dengan cara menengadahkan kepala pasien dengan teknik angkat dagu – tekan dahi.

Bantuan napas dikatakan efektif bila :

  • Jalan napas terbuka
  • Durasi hembusan sekitar 1 detik
  • Tidak memberikan tiupan berlebihan (berhenti disaat dada mengembang)

 


Kapan pasien membutuhkan CPR ?

Menurut CPR Guidelines 2015  American Heart Association (AHA), untuk orang awam baik terlatih maupun tidak, menentukan memulai tindakan CPR adalah apabila pasien tidak bernapas atau bernapas gasping. Caranya hanya dengan melihat naik turunnya dada atau perut. lakukan pemeriksaan napas minimal 5 detik, maksimal 10 detik. Dan untuk awam tidak perlu melakukan pemeriksaan nadi.

Apakah napas gasping itu ?

Gasping atau napas agonal muncul di saat jantung mulai berhenti. Napas ini bersifat jarak antara tarikan napas cukup lama dan tidak teratur, napas dangkal, kadang terdengar kasar dan berat, sering tidak disertai pergerakan dada. Pada kondisi seperti ini maka pasien membutuhkan tindakan CPR secepatnya.


Prosedur CPR

Prosedur CPR untuk pasien dewasa

Prosedur CPR untuk pasien anak-anak

Prosedur CPR untuk pasien bayi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s