Diagnosa sederhana

Memahami masalah yang dihadapi, adalah kunci dari keberhasilan pertolongan. Jika tidak mengetahui masalahnya tentunya kita akan kesulitan melakukan pertolongan. Yang kita butuhkan adalah diagnosa kerja sehingga langkah pemeriksaan dan pertolongan dapat lebih terarah. Namun, diagnosa ini bersifat sederhana dan menggambarkan kondisi umum, tidak spesifik layaknya diagnosa yang dikeluarkan oleh para petugas medis. Hal ini dikarenakan penolong non medis memiliki keterbatasan ilmu medis dan alat pemeriksaan.

Bagaimana cara menentukan diagnosa kerja yang sederhana ?

1.  Riwayat Kejadian

Dengan mengetahui kejadiannya maka kita dapat mulai menentukan kecurigaan apakah pasien mengalami cidera atau gangguan medis. Hal ini membuat pemeriksaan lebih terarah.

2. Apakah pasien sadar dan komunikatif ?

Dengan memanggil dan menyentuh pasien kita dapat mengetahui kesadaran nya. Jika sadar dan komunikatif, tanyakan keluhan utama dan keluhan lain yang dirasakan pasien. Termasuk juga riwayat kejadian.

3.  Apakah pasien bernapas atau tidak ?

Jika pasien tidak merespon (tidak sadar), langsung periksa apakah dia bernapas atau tidak. Dengan cara melihat naik turunnya dada dan perut.

Jika tidak bernapas, berarti pasien membutuhkan tindakan CPR.

Jika pasien bernapas, lanjutkan pemeriksaan lainnya.

4. Pasien tidak sadar dan bernapas

Semua pasien tidak sadar dan bernapas (kecuali curiga cidera tulang belakang) diposisikan dengan jalan napas tetap terbuka. yang paling mudah adalah dengan posisi pemulihan

5. Pasien dengan sesak napas

Bernapas seharusnya tanpa usaha layaknya kita bernapas setiap hari. Namun pada orang yang sadar  dengan gangguan pernapasan akan terlihat “usaha” untuk bernapas (sesak). Apapun penyebab sesaknya, penanganannya hampir sama.Oleh sebab itu, sesak napas dapat dijadikan sebagai diagnosa kerja. Pada pasien sadar dengan sesak napas, penanganannya adalah posisi duduk atau duduk bersandar.

6.  Pasien yang mengalami Syok

Syok merupakan kondisi kegagalan sirkulasi darah untuk mensuplai darah keseluruh tubuh. Kondisi ini merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Biasa terjadi pada kasus perdarahan besar atau reaksi alergi yang berlebihan. Syok merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Sehingga syok dapat dijadikan sebagai diagnosa kerja. Penanganan syok pada pasien sadar adalah posisikan terlentang dengan meninggikan tungkai serta diselimuti.

Penjelasan lebih lengkap tentang syok, dapat dilihat di sini

7.  Terdapat kecurigaan perdarahan di dalam rongga kepala

Semua pasien cidera kepala yang disertai penurunan kesadaran, muntah, kehilangan ingatan sesaat, atau nyeri kepala maka harus dicurigai terjadi perdarahan di rongga kepala. Begitu juga pada pasien yang mengalami stroke. Penanganan pada pasien ini adalah posisi kepala diusahakan lebih tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s